Aku tidak tahu kenapa, semakin dewasa justru aku merasa semakin sulit untuk menjadi pribadi yang tulus dalam berbuat baik. Mungkin ini akibat dari pengalaman-pengalaman yang selama ini aku lalui—pengalaman yang tanpa kusadari perlahan membentuk cara pandangku. Pengalaman yang membuatku terbiasa menaruh curiga, mengajarkanku untuk berpikir bahwa setiap kebaikan harus ada timbal baliknya, dan membuatku sulit mempercayai niat baik orang lain. Dari semua itu, aku akhirnya sadar, bahwa semakin banyak pelajaran hidup yang aku dapat, semakin berat pula rasanya untuk berbuat baik dengan ikhlas. Aku jadi terbiasa berpikir bahwa kebaikan itu harus dihargai, harus dianggap, dan pantas mendapatkan balasan. Namun waktu berjalan, dan perlahan aku mulai memahami, bahwa ternyata dimanfaatkan dan ikhlas adalah dua hal yang sangat berbeda. Berbuat baik seharusnya tidak lahir dari harapan akan imbalan atau pengakuan dari manusia. Berbuat baiklah untuk dirimu sendiri. Berbuat baiklah karena ka...
a dreamer looking for a way